Berparas cantik, ceria, ekspresif, penuh semangat, kira-kira itulah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan sosok ibu rumah tangga yang memulai menjejaki usaha kemitraan Arminareka Perdana 7 tahun lalu. Siapa sangka, awal bergabung, kondisi tidaklah demikian. Padahal saat itu , situasinya berada dalam keadaan terpuruk karena terlilit hutang yang jumlahnya luar biasa besar, 3,5 Miliyar rupiah! Hutang ini berawal dari adanya penyalahgunaan titipan dana usaha keluarga, yang ia gulirkan untuk investasi tanpa perhitungan resiko yang memadai. Akibat kondisi itu, ia dikucilkan dalah kehidupan sosial. Baik keluarga, kerabat, maupun teman-teman semua menjauh darinya.
Meski sedemikian terpuruknya, Emi Suryo memiliki keyakinan yang kuat bahwa Allah tikdak akan pernah menguji hambaNya diluar batas kemampuannya, dan Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika kamu tersebut tidak berusaha mengubahnya.

Atas dasar keyakinan itu, Emi Suryo kemudian bangkit membenahi diri, memantapkan diri untuk bersungguh-sungguh menjalankan usaha kemitraan Arminareka Perdana, diawali dengan melakukan taubatan nashuha dan meminta restu dari kedua orang tua. Cita-cita dan tekadnya saat itu adalah : “Saya harus dapat melunasi semua hutang dan membuat orang tua saya bengga dan bersyukur memiliki anak bernama Emi Suryo”.
Mengubah Keterpurukan Menjadi Kesuksesan
Awal bergabung dengan Arminareka perdana bukanlah hal yang mudah untuk Emi Suryo. Saat itu, ia tidak memiliki modal sedikitpun. Bahkan, kondisinya sangat tragis karena tempat tinggal pun terpaksa menumpang dirumah pembantu rumah tangga-nya. Namun, ia terus berdoa’a. Usaha terakhirnya adalah mencoba meminjam uang untuk modal dari seseorang yang masih ia hutangi. Dalam situasi ini, Allah berkenan memutarbalikkan hati, sehingga mau meminjamkan uang kepada Emi Suryo.

Emi Suryo
Emi Suryo

Awal bergabung dengan Arminareka perdana bukanlah hal yang mudah untuk Emi Suryo. Saat itu, ia tidak memiliki modal sedikitpun. Bahkan, kondisinya sangat tragis karena tempat tinggal pun terpaksa menumpang dirumah pembantu rumah tangga-nya. Namun, ia terus berdoa’a. Usaha terakhirnya adalah mencoba meminjam uang untuk modal dari seseorang yang masih ia hutangi. Dalam situasi ini, Allah berkenan memutarbalikkan hati, sehingga mau meminjamkan uang kepada Emi Suryo.

Kisah ini sengaja dituturkan karena menurut Emi Suryo, apa yang ia alami harus menjadi pelajaran penting guna meyakinkan orang lain bahwa jangan sampai kemiskinan atau ketiadaan modal membuat seseorang tidak punya nyali untuk melakukan action dalam mengubah hidupnya. Kekuatan terpenting untuk berubah bukanlah pada persoalan ketersidiaan modal, melainkan pada niat dan impian yang kuat dan kesediaan diri untuk melakukan ikhtiar dengan sunggu-sungguh.

Alhamdulillah, usaha dan kegigihannya membuahkan hasil yang spektakuler! Dalam waktu 2 tahun menajalankan usaha, seluruh hutangnya terbayar lunas. Emi Suryo juga berhasil mengukuhkan diri sebagai Wanita Pertama Peraih Reward 1 Miliyar dijajaran top leader Arminareka Perdana. Ia bisa umrah berkali-kali sambil mengumrahkan keluarga, tak lupa menjadi donatur dalam sebuah acara reality show “Kain Ihrom” di Trans 7 yang membuat seorang buruh cuci berhasil mewujudkan impiannya berangkat ke tanah suci.

emi suryo

Dalam menjalankan usaha Arminareka Perdana, Emi Suryo memegang komitmen tinggi dalam melakukan pembinaan kepada jamaahnya. Hampir setiap minggu ia terbang ke berbagai daerah di Tanah Air guna melakukan syiar Baitullah dan membina jamaahnya yang berjumlah ratusan ribu yang tersebar di berbagai provinsi diseluruh Indonesia. Dengan tekun, Emi Suryo juga melakukan pembinaan jamaahnya menggunakan berbagai piranti komunkasi. Berbagai info, update kegiatan, termasuk hal-hal menarik yang ditemukannya disepanjang perjalanan, rajin di share kepada jamaah, sehingga mengispirasi mereka dan membuat mereka tetap loyal dan antusias untuk bersyiar.

Dari shubuh hingga tengah malam, berhari-hari, berminggu-minggu, Emi Suryo senantiasa tampak segar dan enerjik. Menurutnya, rahasia kekuatan fisik dan staminanya terletak pada kecintaaanya pada usaha yang dijalani. “ Saya bertemu dengan orang-orang yang inspiratif. Saya bertemu dengan sahabat-sahabat yang semuanya punya niat baik untuk berbadah ketenah suci. Saya mendapatkan energi positif dari mereka”, tuturnya

Emi Suryo

JUJUR, AMANAH & BERETIKA 

Perjalanan kehidupan masa lalu yang sangat terpuruk akibat tidak amanah dalam menjaga titipan dana keluarga, menjadi pelajaran berharga untuk Emin Suryo. Ia membangun group bernama Dahsyatnya Baitullah (DB) dan menekankan kepada seluruh jamaahnya untuk menjalankan usaha dengan menjunjung tinggi nilai JUJUR, AMANAH dan BERETIKA. Nilai-nilai ini menjiwai upaya group DB yang dipimpin Emi Suryo dalam menjalankan syiar Baitullah.

Dalam berbagai momen pembinaan, Emi Suryo selalu menekankan, tidaklah mungkin bagi kita semua melaksanakan usaha tanpa dilandasi nilai-nilai tersebut. Apalagi menjalankan usaha Umrah dan Haji yang merupakan salah satu puncak ibadah. Jangan sampai niat ibadah dan mencari rezeki dicemari oleh nilai-nilai yang bertentangan dengan syiar Baitullah. Ketika apa yang kita jalankan tidak berkah, beruntuhan akan datang dan kita semua jelas tak ingin mengalami hal tersebut.

Alhamdulillah, dengan nilai jujur, amanah, beretika, Group Dahsyatnya Baitullah saat ini terus maju dan berkembang sebagai suatu komunitas keluarga besar yang terpelihara suasana kekeluargaaanya, sarat dengan sikap saling percaya dan kompak dalam melakukan berbagai berntuk kerjasama seperti penyelenggaraan seminar di berbagai daerah, pembukaan kantor bersama, aktivitas bakti sosial, beragam bentuk pembinaan, dan lain-lain. Jika Anda berinteraksi dengan Group Dahysatnya Baitullah, pasti Anda akan langusng merasakan suasana positif yang penuh keakraban.
Group Dahsyatnya Baitullah memiliki salam kekompakan yang luar biasa! Group ini memiliki visi yang tercermin dalam salam mereka. Jika anggota group disapa, “ Apa kabar hari ini?” , maka serempak mereka akan menjawab dengan penuh semangat. “ SAYA SEHAT, KAYA BERKAH, Alhamdulillah.” Demikianlah Emi Suryo mengispirasi dan menyemangati jamaahmya. Ia menuturkan “Ucapanmu adalah doa’mu, maka kita harus selalu mengucapkan kata-kata positif untuk mengafirmasi diri”.